News Update :

Lingkungan

Penyakit

Herbal

Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Bakso Sebabkan kanker Usus?

Kamis, 10 Mei 2012

Mengkonsumsi daging yang diawetkan bisa menyebabkan meningkatnya resiko kanker usus sampai 50%. Pendapat ini merupakan hasil awal dari sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini. penelitian yang dilakukan sebelumnya menghubungkan antara daging pada kanker kolorektal, namun hampir semua penelitian mengelompokkan daging segar dengan daging olahan secara bersama-sama.

Temuan terakhir datang dari studi yang masih berlangsung, dan dikatakan para ahli riset yang benar-benar bisa diterapkan dalam suatu pola makan untuk mencegah kanker. Penelitian ini melibatkan hampir setengah juta orang, mulai dari wilayah selatan Yunani sampai wilayah utara Norwegia

Begitupun bukan berarti daging segar merah memperjelas kecurigaan, kata Dr. Arthur Schatzkin, kepala epidemologi nutrisi dan institut kanker nasional Amerika Serikat. "Hasil studi ini masih tahap awal," Kata Schatzkin, yang tidak terlibat secara langsung dalam penelitian ini. "masih ada banyak hal yang harus dilakukan lebih terarah dari hasil penelitian sebelumnya yang dapat kita tarik garis kesimpulan."

hasil penelitian ini pun dipresentasikan pada konferensi Nutrisi dan Kanker Eropa di Lyon belum lama ini. Para ahli mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa masalah ini lebih kompleks dibandingkan yang dipikirkan oleh para ahli sebelumnya. Tidak mudah untuk mengatakan daging merupakan penyebab kanker atau tidak.

Para ilmuwan sedang mempelajari faktor-faktor seperti cara dan lama waktu memasaknya, serta cara memotong daging. Dari hasil studi ini diharapkan akan diketahui jawaban yang sebenarnya. beberapa penelitian menduga daging bisa meningkatkan bahan-bahan kimia penyebab kanker pada daging. Karenanya daging sapi yang gurih atau steak daging yang enak rasanya, kemungkinan mengandung komposisi yang tidak dikehendaki

"Kesimpulan ini mengarahkan kita pada apa yang kita kehendaki. Kesimpulan yang sudah jelas bahwa daging segar dan daging olahan tidak sama," kata Martin Wiseman, guru besar di Institut Nutrisi Manusia di Southampton, Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
"Tapi masalahnya sekarang bagaimana dengan humberger? Apakah itu daging olehan atau daging segar? Juga bagaimana dengan bakso daging? Kita masih baru mulai berusaha membebaskan semua ini," Kata Wisman.

Koordinator penelitian, Dr. Elio Riboli, kepada divisi nutrisi di Badan Internasional Riset Kanker, mengatakan pada pertemuan itu bahwa tidak adanya hubungan itu terlihat saat daging merah segar diamati dalam satu kelompok. Namun saat diproses, yang biasanya berupa daging merah, bisa dilacak secara mandiri, bahwa mereka yang mengkonsumsi rata-rata 60 gram sehari, setara dengan dua potong daging babi asap, atau hot dog berukuran besar, memiliki kemungkinan 50% pengembangan kanker pada usus besar atau lambung dibanding mereka yang sama sekali tidak makan daging yang diawetkan.

"namun sejauh ini, dalam analisis kami, belum dapat mengetahui cara memasak yang benar," kata Riboli "Karenanya untuk sementara ini tergantung dari seberapa banyak daging segar merah itu dikonsumsi. Begitupun hasil ini masih sementara sifatnya.

Pemanis buatan pencetus kanker?

"Upaya pengamanan pangan tak perlu diawali dengan jatuhnya korban keracunan. Pemantauan bahan tambahan makanan harus terus dilakukan untuk menghindari penggunaan zat berbahaya pada makanan dan minuman. Bahan tambahan yang bersifat karisnogenik, sudah seharusnya dihindari"

Upaya penanggulangan penyakit akibat kanker di Indonesia, cenderung masih belum merupakan suatu kebutuhan yang diutamakan. Hal ini disebabkan masih banyaknya problematika kesehatan masyarakat yang lain, yang lebih mendesak untuk ditanggulangi. Contohnya, penyakit infeksi, serta masih tingginya kematian ibu dan bayi

Di sisi lain, kanker sudah bukan lagi masalah yang dihadapi para ahli di neagara-nrgara maju saja, tetapi tumbuh menjadi masalah dunia. Diperkirakan, separo dari kejadian kasus di seluruh dunia yang mencapai .5,8 juta kasus, berasal dari negara berkembang. Keadaan ini diramalkan masih akan bertambah lagi. Peningkatan jumlah kasus kanker ini akibat terjadinya perubahan demografi, angka pertambahan penduduk yang tinggi, pertambahan golongan usia lanjut, pengaruh lingkungan dan porsi makan. Variasi pola penyakit kabker, memang sangat dipengaruhi oleh banyak hal khususnya lingkungan dan masyarakatnya.

Ketidaknormalan Fungsi
Tubuh manusia sebagian besar tersusun atas berbagai macam sel pembentuk organ dan jaringan. Dari sel ini pula untuk pertama kali pegaruh luar beraksi, sehingga memacu pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Sel tubuh mempunyai fungsi yang berlainan, namun cara memperbanyak jumlah sel nya adalah sama yakni dengan pembelahan.

Dalam keadaan normal, proses pembelahan ini diatur sedemikian rupa sehingga jumlah sel baru yang dibentuk sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak atau mati. Keadaan ini untuk menjamin sel tubuh tetap bearada dalam proporsi yang seimbang. Manakala proses pembelahan sek ini menyimpang dan tidak terkendali maka akan menimbulkan pertumbuhan yang abnormal. Pertumbuhan abnormal ini disebut neoplasia atau pertumbuhan ganda. Pencetus terjadinya penyelewengan yang menyebabkan keabnormalan bentuk dan fungsi sel inilah yang secara pasti belum diketahui. Namun demikian beberapa bahan biologik dan kimia terbukti telah menjadi faktor pencetusnya.

Pemanis dari Bahan Kimiawi
Kemajuan penelitian dalam bidang kimia industri telah mampu mendongkrak banyaknya zat kimiawi menggantikan peran zat alami untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gula misalnya, sebagian peran dan fungsi rasa manisnya telah digantikan oleh sakarin dan siklamat

Sakarin adalah bubuk kristal putih dan sangat manis rasanya, setara dengan 550 kali gula. percobaan pada binatang membuktikan 5% sakarin dalam makanan selama 2 tahun, dapat mendorong terjadinya kanker kandung kemih. Dosis yang diberikan kira-kira setara dengan 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa, yang dipakai selama umur hidupnya.

Percobaan itu telah membuktikan bahwa peningkatan kecenderungan timbulnya kanker kandung kemih pada konsumen sampai 60%. Sehingga untuk mencegah dan menghindari terjadinya prevalensi ini Food and Drug Administration (FDA) badan pengawasan obat dan makanan Amerika menganjurkan pembatasan penggunaan sakarin hanya pada penderita kencing manis dan kegemukan saja. Sedangkan dosis yang aman usahakan tidak melampaui 1 gram setiap harinya

Selain sakarin dikenal juga siklamat sebagai bahan kimia pengganti gula. Rasa manis siklamat setara dengan 30 kali rasa gula yang kadar siklamatnya 0,1%. Bahan ini dibuat sampai batas kadar demikian dengan pertimbangan bila kadar siklamatnya dinaikkan hingga 0,5% saja akan terasa getir dan pahit. Dari data penelitian dilaporkan, pemakaian sodium siklamat dengan dosis 50-70 mg/kg BB setiap hari selama 18 bulan sampai 6 tahun, akan merangsang timbulnya kanker kandung kemih. Karena adanya resiko itu, maka penggunaan siklamat sebagai bahan tambahan makanan dan minuman diberbagai negara eropa dan Amerika telah dilarang.

Pengawet Sintetik Kimiawi
Sebagian bahan makanan terpaksa harus diawetkan karena semakin kesibukan untuk mengolah makanan dan kemajuan dunia pembuatan makanan olahan. Namun dibalik itu, ada hal yang kurang disadari. Dengan adanya proses pengawetan makanan, maka bahan pengawet itu pun dapat ikut terkonsumsi.

Bahan kimiawi yang sering digunakan sebagai pengawet antara lain natriun nitrit. Garam nintrit yang satu ini biasa digunakan untuk mempertahankan keaslian warna daging, memberikan aroma yang khas pada sosis, keju, dendeng, kornet dan ham. Untuk membuat keju, dianjurkan garam ini dipakai dibawah 50ppm, sedangkan untuk bahan pengawet daging dan pemberi aroma khas dapat diberikan secara bervariasi, yakni antara 150-500 ppm. Namun karena garam nitrit ini dapat memacu kanker, maka pemakaiannya dianjurkan tidak melebihi 500 ppm dan harus dipakai secara berhati-hati. garam nitrit sama sekali dilarang dipergunakan pada makanan bayi.

Zat Pewarna Berbahaya
Untuk mempercantik penampilan dan tekstur makanan, kerap ditambahkan suatu zat pewarna. Namun masalahnya, tak jarang zat pewarna yang ditambahkan bukan yang semestinya digunakan untuk makanan. Kecerobohan dan ketidakpedulian itu menyebabkan anjloknya nilai gizi makanan bahkan tak jarang membahayakan.

Penambahan zat pewarna makanan dan zat tambahan lainnya harus benar-benar disadari oleh para produsen, karena konsumen tidak mengetahui zat pewarna apa yang diberikan pada produk yang dimakan. Zat pewarna makanan alami di Indonesia sebenarnya banyak sekali, tetapi zat pewarna sintetis tak kalah jumlahnya. Pewarna sintetis yang banyak digunakan antara lain merah, kuning, jingga, hijau dan coklat. Warna merah dan kuning yang berjenis Rhodamin B serta Metanil Yellow masih kerap dihebohkan. Sesungguhnya zat pewarna tersebut merupakan zat pewarna untuk industri kertas, tekstil, cat dan kulit. Namun akibat kecerobohan pemakaian zat pewarna, bahan itupun tak jarang digunakan untuk mewarnai bahan makanan dan minuman.

Kecerobohan dan ketidakpedulian masyarakat dalam menggunakan zat pewarna itu jelas sangat menghawatirkan, karena dilaporkan seting menjadi pencetus terjadinya kanker kelenjar getah bening atau lymphoma. Di pasaran, masih cukup banyak bahan kimiawi yang tidak terkontrol yang masih sering digunakan pada bahan pangan. kasus boraks misalnya, telah menjadikan ibu rumah tangga berpikir ulang bila akan mengkonsumsi bakso atau mie. Karena itu, meski kasus tersebut diungkapkan dari hasil penelitian secara acak, namun untuk melindungi konsumen, maka penggunaan bahan tambahan makanan tersebut harus selalu dipantau

Niat baik, kejujuran dan pengetahuan yang cukup dari para produsen, sangat diharapkan untuk menangkal kasus itu terulang. Ketidak mengertian konsumen serta rasa tidak mau tahu produsen, sering mengawali terjadinya kecerobohan itu. Namun, haruskah tindakan mengamankan keselamatan konsumen itu diawali dengan jatuhnya korban? Pencegahan dan kehati-hatian, jelas lebih berharga daripada meraup keuntungan di atas gelimang korban keracunan.



Manfaat madu

Rabu, 09 Mei 2012

13337795081644743381


  1. Madu dapat membersihkan kotoran yang terdapat pada usus pembuluh darah dan yang lainnya.
  2. Madu dapat menetralisir kelembaban tubuh.Baik dengan cara di konsumsi atau di oleskan.
  3. Madu bermanfaat bagi lanjut usia dan mereka yang memiliki keluhan pada dahak atau yang metabolismenya cenderung lembab dan dingin.
  4. Madu amat bergizi,melembutkan system alami tubuh.
  5. Mengawetkan pasta atau makanan yang di rendam dengan pasta.
  6. Menghilangkan rasa obat yang tidak enak.
  7. Membersihkan lever dan menjaga kesehatan lever
  8. Memperlancar buang air kecil
  9. Cocok untuk mengobati batuk berdahak
  10. Bila di minum dalam keadaan panas di campur dengan air tawar bias berguna mengusir serangga dan pengaruh opium
  11. Klu di minum begitu saja di campur dengan air putih bias berguna mengobati sakit akibat gigitan anjing gila (rabies) atau akibat keracunan jamur.
  12. Kalau sebongkah daging segar di masukkan kedalamnya akan bias terawetkan selama 3 bulan.
  13. Buah labu mentimun,labu,dan terong di rendam dalam madu juga bias terawetkan dalam waktu yang sama.
  14. Bahkan buah-buahan yang di rendam dalam madu bias bertahan hingga enam bulan.
  15. Madu juga bias di gunakan sebagai pembalseman mayat,sehingga bias disebut pembalseman yang aman.
  16. Bila di oleskan ke tubuh dan rambut yang berkutu akan bias membunuh kutu dan menghilangkan ketombe.
  17. Madu juga bisa memanjangkan rambut,memperindah dan melembutkannya.
  18. Kalau di gunakan sebagai celak,akan mempertajam pandangan mata.
  19. Kalau di gunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan mengkilatkan gigi.
  20. Bisa menjaga kesehatan gigi dan menyehatkan gigi.
  21. Madu juga berfungsi membuka simbul-simbul pembuluh darah dan membersihkan kotorannya.
  22. Baik untuk ginjal dan kandung kemih.
  23. Madu TIDAK BERBAHAYA bagi penderita kelainan lever dan limpa.seperti zat-zat gula pada umumnya.
  24. Untuk MENGHILANGKAN bahayanya sama sekali bisa di campur dengan CUKA BUAH dan sejenisnya,bahkan bisa berubah menjadi obat yang banyak manfaatnya.

Hikmahnya:
Begitu banyak manfaat dan fadillah dari MADU yang telah di ciptakan oleh ALLAH .Nabi SAW bersabda:”Obati penyakit kalian dengan mengucap BismillahRR kemudian terapilah dengan MADU,HABATUS SAUDA,ZAITUN.”Dan yakinlah bahwa ALLAH lah yang menyembuhkan segala penyakit.
Nabi biasa meminum madu di campur dengan air,untuk membersihkan air liur.Namun kebiasaan itu menyimpan sebuah rahasia menakjubkan untuk menjaga kesehatan.Kiat-kiat itu hanya di pahami oleh orang-orang yang cerdas saja.

Dalam Sunan Ibnu Majah, terdapat riwayat marfu’ dari Abu Hurairah:
“Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja setiap bulan,niscaya ia tidak akan terkena penyakit berat.

Dalam riwayat lain di sebutkan:
“Hendaklah kalian menggunakan 2 macam obat:Madu dan Al Quran” dari shahih Bukhari dan Muslim.
Kedokteran ala nabi memang berbeda dengan ilmu medis para dokter pada umumnya.Kedokteran Nabi bersifat pasti dan absolute serta bernilai kedokteran Ilahi,berasal dari wahyu dari lentera keNabian serta kesempurnaan intelegensi.Sementara dokter yang lain kebanyakan bersifat diagnosis,perkiraan,dan eksperimen belaka.Memang banyak sekali orang yang tidak mampu memanfaatkan kedokteran ala Nabi ini.Penyebabnya adalah bahwa kedokteran ala Nabi hanya bisa di manfaatkan bila di sertai keyakinan dan sugesti terhadap kesembuhan serta mengoptimalkan penggunaannya dengan iman dan kepasrahan.
Semoga bermanfaat bagi semua saudara-saudaraku..AAMIIN.

Saos tomat tak selalu dari tomat

Selasa, 08 Mei 2012

Untuk menambah cita rasa, kini banyak produsen makanan yang menggunakan saus tomat. Lucunya, bahan utamanya terkadang bukan dari tomat, tapi ampas singkong (onggok) dibubuhi pengawet. Kalau berlebih pengawet itu bisa menimbulkan gangguan
Makan tanpa saus, mmm... rasanya kok seperti ada yang kurang. Coba saja mie bakso tidak diberi saus tomat, bagaimana rasanya? Pasti berkurang nikmat dan kelezatannya. Tengok saja diberbagai restoran Fastfood, yang menyajikan ayam dan kentang goreng, burger, selalu disediakan meja khusus untuk menaruh saus tomat dan sambal. Dan hampir setiap mereka yang makan tak melewatkan mengambil penyedap makanan ini. Terserah mau mengambil seberapa banyak, tak ada larangan dan tidak dikenakan biaya tambahan!

Tak cuma makanan gedongan yang akrab dengan saus tomat, makanan jajan murahan pun tak lepas dari sentuhan saus tomat. Pembuatan saus tomat secara pabrikan atau industri, umunya telah mengikuti prosedur yang di tetapkan Departemen Kesehatan. Lain halnya dengan pengolahan yang dilakukan sebagai usaha rumah tangga, terkadang sudah dikontrol. Sayangnya, hingga kini upaya penyuluhan terhadap produsen saus tomat kecil-kecilan kelas rumah tangga ini juga sangat minim.

Misalnya, dalam hal pengawet, adakalanya mereka menggunakan dalam jumlah berlebihan. Contohnya pemakaian asan benzoat, pemerintah hanya memperbolehkan 1 gram per kilogram bahan tapi nyatanya tetap saja banyak yang melanggar

Menurut pakar gizi senior, penyimpangan yang dilakukan produsen ini banyak yang dipicu oleh alasan ingin meningkatkan daya tahan saus tomat, awet, tidak cepat rusak seperti saus tomat busuk. Penelitian khusus terhadap manusia tentang pemakaian pengawet berlebihan memang belum ada. Tapi bukan berarti makanan berpengawet relatif besar aman untuk dikonsumsi. Banyak pakar kesehatan yang berasumsi, pengawet berlebihan akan ,emi,bulkan gangguan pada tubuh, misalnya menjadi salah satu pemicu penyakit kangker.

Belum Tentu Berkuman
Menurut pakar gizi, berdasarkan pengamatan pada tempat-tempat pembuatan saus tomat usaha rumah tangga, ada yang tidak memenuhi syarat, misalnya jorok. Mulai dari bahan hingga cara pembuatan kurang sesuai dengan aturan higienitas makanan. Secara teori  keadaan itu akan menjadi media pertumbuhan microba termasuk yang bakal mencetuskan penyakit (patogen)

tapi kenyataannya, saus tomat yang mengandung microba termasuk patogen sangat jarang. Walaupun jorok tapi dengan adanya pengawet utamanya asam benzoat, umumnya bisa membunuh microba. Mikroba yang baru masuk pun sulit untuk tumbuh dengan baik. Apalagi bila pengawet ditambahkan dengan sulfur diosida, kemungkinan mikroba berkembang biak akan mengecil.

Meski begitu, bukan berarti saus tomat bebas kuman seratus persen. Tetap saja kemungkinan ada kuman bercongkol, sehingga menimbulkan masalah, misalnya sakit perut. Sakit perut seperti diare bisa pula disebabkan oleh bahan penguat rasa di dalam saus tomat, misalnya rasa pedas.

Para pakar gizi mengungkapkan tidak semua orang tahan dengan rasa pedas yang ada di saus tomat. Tingkat kepekaan rasa pedas setiap orang berbeda, sehingga bila hendak menggunakan saus tomat sebaiknya ukur dulu kemampuan pencernaan. Bila tidak terbiasa makan pedas jangan tuang banyak-banyak kepiring.

Bagaimanapun, saus tomat sudah menjadi bagian dari makanan di negara kita. Sulit atau hampir tak mungkin dihindarkan. Yang perlu dilakukan sekarang adalah penyuluhan agar para produsen menghindari pemakaian pengawet yang berlebihan

Sekedar Info

Makanan dan Minuman

 

© Copyright Sebaiknya Anda Tahu 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.